The Champion

The Champion
Always Happy

Rabu, 12 Juni 2013


PANITIA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ( PPDB)

SMAS ATTAQWA 03 SUKAWANGI
FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU
TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014
No.Urut : _______

















I. IDENTITAS SISWA






1 Nama Lengkap : _________________________________________________
2 No.NISN : _________________________________________________
3 Jenis Kelamin : _________________________________________________
4 Tempat Tgl Lahir : _________________________________________________
5 Agama
: _________________________________________________
6 Anak Ke
: _________________________________________________
7 Status dalam Keluarga : _________________________________________________
8 Alamat Rumah : _________________________________________________



: _________________________________________________
9 Diterima disekolah ini







a. Di Kelas : _________________________________________________

b. Pada tanggal : _________________________________________________

c. Surat pindah : _________________________________________________
10 Asal Sekolah







a. Nama Sekolah : _________________________________________________

b. Alamat Sekolah : _________________________________________________

c. No.Ijazah/STTB : _________________________________________________

d. Tahun Lulus : _________________________________________________

e. No. SKHUN : _________________________________________________










II. IDENTITAS ORANG TUA















11 Nama Orang Tua







a. Ayah
: _________________________________________________

b. Ibu
: _________________________________________________
12 Pekerjaan Orang Tua







a. Ayah
: _________________________________________________

b. Ibu
: _________________________________________________
13 Pendidikan Orang Tua







a. Ayah
: _________________________________________________

b. Ibu
: _________________________________________________
14 Alamat Orang Tua







a. Ayah
: _________________________________________________

b. Ibu
: _________________________________________________
15 No.Telp/Hp : _________________________________________________










III. IDENTITAS WALI 
















16 Nama Wali : _________________________________________________
17 Pekerjaan Wali : _________________________________________________
18 Pendidikan Wali : _________________________________________________
19 Alamat Wali : _________________________________________________



: _________________________________________________
20 No.Telp/Hp : _________________________________________________


























Bekasi, …………………2013

Pendaftar,


Penerima,
































____________________

_____________________






NIP.


Keterangan ;







1. Melampirkan Foto copy Ijazah  ( 2 Lembar )





2. Melampirkan Foto copy Kartu NISN





3. Melampirkan Foto copy Akte / Kenal Lahir





4. Melampirkan SKHUN SMP/MTs






5. Pas Photo Ukuran 2x3 dan 3x4  ( 2 Lembar )





Jumat, 24 Mei 2013


DAFTAR KOLEKTIF HASIL UJIAN NASIONAL
SMA ATTAQWA 03 SUKAWANGI, KAB.BEKASI
TAHUN 2013





No.Urut NOMOR PESERTA NAMA PESERTA RATA-RATA KET
1 3-13-02-12-039-001-8 ABDUL AHMAD SAHRONI 6,8 Lulus
2 3-13-02-12-039-002-7 AHMAD FAHRI 7,1 Lulus
3 3-13-02-12-039-003-6 AHMAD FAHRUROJI 6,6 Lulus
4 3-13-02-12-039-004-5 AHMAD FARHAN 7,0 Lulus
5 3-13-02-12-039-005-4 AJAT SUDRAJAT 7,0 Lulus
6 3-13-02-12-039-006-3 ARIF FIRMANSYAH 7,1 Lulus
7 3-13-02-12-039-007-2 ASEP KURNIAWAN 7,0 Lulus
8 3-13-02-12-039-008-9 DELLA CLAUDIA 6,6 Lulus
9 3-13-02-12-039-009-8 DIDI SUHENDI 7,0 Lulus
10 3-13-02-12-039-010-7 HABBI MARWAN 7,1 Lulus
11 3-13-02-12-039-011-6 HARI HIDAYAT 7,2 Lulus
12 3-13-02-12-039-012-5 HELMI SYARIEF 6,8 Lulus
13 3-13-02-12-039-013-4 IYAN RAHMAWATI 6,9 Lulus
14 3-13-02-12-039-014-3 MARSIN  7,2 Lulus
15 3-13-02-12-039-015-2 MASTUR 6,9 Lulus
16 3-13-02-12-039-016-9 MISDI DARMAWAN 7,1 Lulus
17 3-13-02-12-039-017-8 SYAHRONI 7,0 Lulus
18 3-13-02-12-039-018-7 WARSIDIN 7,2 Lulus
19 3-13-02-12-039-019-6 YANTIH 7,0 Lulus
20 3-13-02-12-039-020-5 VERANTIH 7,4 Lulus
21 3-13-02-12-039-021-4 IRFAN MARZUKI 7,4 Lulus
22 3-13-02-12-039-022-3 KHOIRUL ANWAR 6,7 Lulus








Bekasi, 24 Mei 2013



Panitia US-UN



SMA Attaqwa 03








Ttd








ASEP KURNIAWAN

Selasa, 16 Oktober 2012

MOS dan LDKS Siswa SMA Attaqwa 03 Sukawangi Tahun 2012

Cibubur- Jakarta Selatan.
SMA Attaqwa 03 Sukawangi untuk kesekian kali mengadakan acara kegiatan siswa, kali ini dalam rangka Masa Orientasi Siswa sekaligus LDK bagi siswa pengurus OSIS Tahun 2012-2013. Lokasi kegiatan mengambil tempat di Buperta Cibubur Jakarta Selatan. Salah satu kegiatan inti yang di khususkan bagi siswa adalah menumbuh kembangkan karakter siswa untuk dapat mengenal jati diri terhadap kurikulum yang diterapkan di sekolah dengan harapan agar dapat di aplikasikan didalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan selama 3 hari 2 malam dengan didampingi Pak Are (Ahmad Suryadi) sebagai Pembina OSIS sekaligus Wakasek Kesiswaan dan Pak Asrorudin Hamid,S.Ag selaku Kepala Sekolah.

Minggu, 30 Oktober 2011

Imam Asy-Syafi'i

Ahli hukum Islam
Zaman keemasan Islam
Nama: Abū ʿAbdullāh Muhammad bin Idrīs al-Shafiʿī
Lahir: 767, Gaza, Palestina
Meninggal: 820, Fustat, Mesir
Aliran/tradisi: Sunni Syafi'i
Minat utama: Fiqh
Gagasan penting: Evolusi Fiqh
Dipengaruhi: Imam Malik[1]
[sembunyikan]Bismillahir Rahmanir Rahim
Halaman ini merupakan bagian dari
Islam Sunni
Sunni.PNG
Nama Lengkap
Ahl as-Sunnah wa’l-Jamā'ah
أهل السنة والجماعة‎

Rukun Iman
TauhidAl-Qur'anMalaikat
KitabNabi dan Rasul
KiamatQada dan Qadar

Rukun Islam
SyahadatSalat
ZakatPuasaHaji

Khulafaur Rasyidin
Abu BakrUmar bin al-Khattab
Utsman bin AffanAli bin Abi Talib

Fiqh (Syariat)
HanafiSyafi'i
MalikiHanbali
Ahlul Hadits

Aqidah
MaturidiAsy'ariAthari

Gerakan Modern
BarelwiSalafiDeobandi

Hadits
Sahih BukhariSahih Muslim
Al-Sunan al-Sughra
Sunan Abu Dawud
Sunan al-Tirmidzi
Sunan bin MajaAl-Muwatta
Sunan al-Darami
Abū ʿAbdullāh Muhammad bin Idrīs al-Shafiʿī atau Muhammad bin Idris asy-Syafi`i (bahasa Arab: محمد بن إدريس الشافعي) yang akrab dipanggil Imam Syafi'i (Gaza, Palestina, 150 H / 767 - Fusthat, Mesir 204H / 819M) adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi'i. Imam Syafi'i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad.
Saat usia 20 tahun, Imam Syafi'i pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, Imam Malik. Dua tahun kemudian, ia juga pergi ke Irak, untuk berguru pada murid-murid Imam Hanafi di sana.
Imam Syafi`i mempunyai dua dasar berbeda untuk Mazhab Syafi'i. Yang pertama namanya Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid.

Kelahiran dan kehidupan keluarga

Kelahiran

Kebanyakan ahli sejarah berpendapat bahwa Imam Syafi'i lahir di Gaza, Palestina, namun di antara pendapat ini terdapat pula yang menyatakan bahwa dia lahir di Asqalan; sebuah kota yang berjarak sekitar tiga farsakh dari Gaza. Menurut para ahli sejarah pula, Imam Syafi'i lahir pada tahun 150 H, yang mana pada tahun ini wafat pula seorang ulama besar Sunni yang bernama Imam Abu Hanifah.

Nasab

Imam Syafi'i merupakan keturunan dari al-Muththalib, jadi dia termasuk ke dalam Bani Muththalib. Nasab Beliau adalah Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin As-Sa’ib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin Al-Mutthalib bin Abdulmanaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Nasabnya bertemu dengan Rasulullah di Abdul-Manaf.
Dari nasab tersebut, Al-Mutthalib bin Abdi Manaf, kakek Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie, adalah saudara kandung Hasyim bin Abdi Manaf kakek Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .
Kemudian juga saudara kandung Abdul Mutthalib bin Hasyim, kakek Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , bernama Syifa’, dinikahi oleh Ubaid bin Abdi Yazid, sehingga melahirkan anak bernama As-Sa’ib, ayahnya Syafi’. Kepada Syafi’ bin As-Sa’ib radliyallahu `anhuma inilah bayi yatim tersebut dinisbahkan nasabnya sehingga terkenal dengan nama Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie Al-Mutthalibi. Dengan demikian nasab yatim ini sangat dekat dengan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .
Bahkan karena Hasyim bin Abdi Manaf, yang kemudian melahirkan Bani Hasyim, adalah saudara kandung dengan Mutthalib bin Abdi manaf, yang melahirkan Bani Mutthalib, maka Rasulullah bersabda:
Hanyalah kami (yakni Bani Hasyim) dengan mereka (yakni Bani Mutthalib) berasal dari satu nasab. Sambil beliau menyilang-nyilangkan jari jemari kedua tangan beliau.
—HR. Abu Nu’aim Al-Asfahani dalam Hilyah nya juz 9 hal. 65 - 66

Masa belajar

Setelah ayah Imam Syafi’i meninggal dan dua tahun kelahirannya, sang ibu membawanya ke Mekah, tanah air nenek moyang. Ia tumbuh besar di sana dalam keadaan yatim. Sejak kecil Syafi’i cepat menghafal syair, pandai bahasa Arab dan sastra sampai-sampai Al Ashma’i berkata,”Saya mentashih syair-syair bani Hudzail dari seorang pemuda dari Quraisy yang disebut Muhammad bin Idris,” Imam Syafi’i adalah imam bahasa Arab.

[sunting] Belajar di Makkah

Di Makkah, Imam Syafi’i berguru fiqh kepada mufti di sana, Muslim bin Khalid Az Zanji sehingga ia mengizinkannya memberi fatwah ketika masih berusia 15 tahun. Demi ia merasakan manisnya ilmu, maka dengan taufiq Allah dan hidayah-Nya, dia mulai senang mempelajari fiqih setelah menjadi tokoh dalam bahasa Arab dan sya’irnya. Remaja yatim ini belajar fiqih dari para Ulama’ fiqih yang ada di Makkah, seperti Muslim bin khalid Az-Zanji yang waktu itu berkedudukan sebagai mufti Makkah.
Kemudian beliau juga belajar dari Dawud bin Abdurrahman Al-Atthar, juga belajar dari pamannya yang bernama Muhammad bin Ali bin Syafi’, dan juga menimba ilmu dari Sufyan bin Uyainah.
Guru yang lainnya dalam fiqih ialah Abdurrahman bin Abi Bakr Al-Mulaiki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin Al-Ayyadl dan masih banyak lagi yang lainnya. Dia pun semakin menonjol dalam bidang fiqih hanya dalam beberapa tahun saja duduk di berbagai halaqah ilmu para Ulama’ fiqih sebagaimana tersebut di atas.

Belajar di Madinah

Kemudian beliau pergi ke Madinah dan berguru fiqh kepada Imam Malik bin Anas. Ia mengaji kitab Muwattha’ kepada Imam Malik dan menghafalnya dalam 9 malam. Imam Syafi’i meriwayatkan hadis dari Sufyan bin Uyainah, Fudlail bin Iyadl dan pamannya, Muhamad bin Syafi’ dan lain-lain.
Di majelis beliau ini, si anak yatim tersebut menghapal dan memahami dengan cemerlang kitab karya Imam Malik, yaitu Al-Muwattha’ . Kecerdasannya membuat Imam Malik amat mengaguminya. Sementara itu As-Syafi`ie sendiri sangat terkesan dan sangat mengagumi Imam Malik di Al-Madinah dan Imam Sufyan bin Uyainah di Makkah.
Beliau menyatakan kekagumannya setelah menjadi Imam dengan pernyataannya yang terkenal berbunyi: “Seandainya tidak ada Malik bin Anas dan Sufyan bin Uyainah, niscaya akan hilanglah ilmu dari Hijaz.” Juga beliau menyatakan lebih lanjut kekagumannya kepada Imam Malik: “Bila datang Imam Malik di suatu majelis, maka Malik menjadi bintang di majelis itu.” Beliau juga sangat terkesan dengan kitab Al-Muwattha’ Imam Malik sehingga beliau menyatakan: “Tidak ada kitab yang lebih bermanfaat setelah Al-Qur’an, lebih dari kitab Al-Muwattha’ .” Beliau juga menyatakan: “Aku tidak membaca Al-Muwattha’ Malik, kecuali mesti bertambah pemahamanku.”
Dari berbagai pernyataan beliau di atas dapatlah diketahui bahwa guru yang paling beliau kagumi adalah Imam Malik bin Anas, kemudian Imam Sufyan bin Uyainah. Di samping itu, pemuda ini juga duduk menghafal dan memahami ilmu dari para Ulama’ yang ada di Al-Madinah, seperti Ibrahim bin Sa’ad, Isma’il bin Ja’far, Atthaf bin Khalid, Abdul Aziz Ad-Darawardi. Ia banyak pula menghafal ilmu di majelisnya Ibrahim bin Abi Yahya. Tetapi sayang, guru beliau yang disebutkan terakhir ini adalah pendusta dalam meriwayatkan hadits, memiliki pandangan yang sama dengan madzhab Qadariyah yang menolak untuk beriman kepada taqdir dan berbagai kelemahan fatal lainnya. Sehingga ketika pemuda Quraisy ini telah terkenal dengan gelar sebagai Imam Syafi`ie, khususnya di akhir hayat beliau, beliau tidak mau lagi menyebut nama Ibrahim bin Abi Yahya ini dalam berbagai periwayatan ilmu.

Di Yaman

Imam Syafi’i kemudian pergi ke Yaman dan bekerja sebentar di sana. Disebutkanlah sederet Ulama’ Yaman yang didatangi oleh beliau ini seperti: Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf Al-Qadli dan banyak lagi yang lainnya. Dari Yaman, beliau melanjutkan tour ilmiahnya ke kota Baghdad di Iraq dan di kota ini beliau banyak mengambil ilmu dari Muhammad bin Al-Hasan, seorang ahli fiqih di negeri Iraq. Juga beliau mengambil ilmu dari Isma’il bin Ulaiyyah dan Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di Baghdad, Irak

Kemudian pergi ke Baghdad (183 dan tahun 195), di sana ia menimba ilmu dari Muhammad bin Hasan. Ia memiliki tukar pikiran yang menjadikan Khalifah Ar Rasyid.

Di Mesir

Imam Syafi’i bertemu dengan Ahmad bin Hanbal di Mekah tahun 187 H dan di Baghdad tahun 195 H. Dari Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Syafi’i menimba ilmu fiqhnya, ushul madzhabnya, penjelasan nasikh dan mansukhnya. Di Baghdad, Imam Syafi’i menulis madzhab lamanya (madzhab qodim). Kemudian beliu pindah ke Mesir tahun 200 H dan menuliskan madzhab baru (madzhab jadid). Di sana beliau wafat sebagai syuhadaul ilm di akhir bulan Rajab 204 H.

Karya tulis

Ar-Risalah

Salah satu karangannya adalah “Ar Risalah” buku pertama tentang ushul fiqh dan kitab “Al Umm” yang berisi madzhab fiqhnya yang baru. Imam Syafi’i adalah seorang mujtahid mutlak, imam fiqh, hadis, dan ushul. Ia mampu memadukan fiqh ahli Irak dan fiqh ahli Hijaz. Imam Ahmad berkata tentang Imam Syafi’i,”Beliau adalah orang yang paling faqih dalam Al Quran dan As Sunnah,” “Tidak seorang pun yang pernah memegang pena dan tinta (ilmu) melainkan Allah memberinya di ‘leher’ Syafi’i,”. Thasy Kubri mengatakan di Miftahus sa’adah,”Ulama ahli fiqh, ushul, hadits, bahasa, nahwu, dan disiplin ilmu lainnya sepakat bahwa Syafi’i memiliki sifat amanah (dipercaya), ‘adaalah (kredibilitas agama dan moral), zuhud, wara’, takwa, dermawan, tingkah lakunya yang baik, derajatnya yang tinggi. Orang yang banyak menyebutkan perjalanan hidupnya saja masih kurang lengkap,”

Mazhab Syafi'i

Dasar madzhabnya: Al Quran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Beliau juga tidak mengambil Istihsan (menganggap baik suatu masalah) sebagai dasar madzhabnya, menolak maslahah mursalah, perbuatan penduduk Madinah. Imam Syafi’i mengatakan,”Barangsiapa yang melakukan istihsan maka ia telah menciptakan syariat,”. Penduduk Baghdad mengatakan,”Imam Syafi’i adalah nashirussunnah (pembela sunnah),”

Al-Hujjah

Kitab “Al Hujjah” yang merupakan madzhab lama diriwayatkan oleh empat imam Irak; Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Za’farani, Al Karabisyi dari Imam Syafi’i.

Al-Umm

Sementara kitab “Al Umm” sebagai madzhab yang baru Imam Syafi’i diriwayatkan oleh pengikutnya di Mesir; Al Muzani, Al Buwaithi, Ar Rabi’ Jizii bin Sulaiman. Imam Syafi’i mengatakan tentang madzhabnya,”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka ia (hadis) adalah madzhabku, dan buanglah perkataanku di belakang tembok,”

Sejarah Islam

Sebahagian dari siri berkaitan Allah-eser-green.png
Islam
Rukun Iman
Allah · Kitab · Malaikat · Nabi
Hari Akhirat · Qada dan Qadar
Rukun Islam
Syahadah · Solat · Puasa
Zakat · Haji
Kota Suci
Makkah · Madinah
Baitulmuqaddis
Hari Raya
Aidilfitri · Aidiladha
Hukum
Al-Quran · Sunnah · Hadis
Sejarah
Garis Masa Sejarah Islam
Khulafa al-Rasyidin
Khalifah · Khilafah
Tokoh Islam
Nabi Muhammad s.a.w
Ahlul Bait · Sahabat Nabi
Mazhab
Ahli Sunah Waljamaah
Hanafi · Syafie
Maliki · Hanbali
Budaya Dan Masyarakat
Akademik · Haiwan · Seni
Takwim · Kanak-kanak
Demografi · Perayaan
Masjid · Dakwah · Falsafah
Sains · Wanita · Politik
Lihat juga
Kritikan • Islamofobia
Glosari
Portal Islam
 p  b 
Islam bermula pada tahun 622 apabila wahyu pertama diturunkan kepada rasul yang terakhir iaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira', Arab Saudi. Sejarah Islam menceritakan perkembangan Islam sehinggalah sekarang.

Pengenalan

Islam muncul di Semenanjung Arab pada kurun ke-7 masihi apabila Nabi Muhammad s.a.w. mendapat wahyu daripada Allah s.w.t. Selepas wafatnya Rasullullah s.a.w. kerajaan Islam berkembang sejauh Lautan Atlantik di Barat dan Asia Tengah di Timur. Lama-kelamaan umat Islam berpecah dan terdapat banyak kerajaan-kerajaan Islam lain yang muncul.
Walau bagaimanapun, kemunculan kerajaan-kerajaan Islam seperti kerajaan Umaiyyah, kerajaan Abbasiyyah, kerajaan Seljuk Turki Seljuk, kerajaan Uthmaniyyah Turki Uthmaniyyah, Empayar Moghul India, dan Kesultanan Melaka telah menjadi antara empayar yang terkuat dan terbesar di dunia. Tempat pembelajaran ilmu yang hebat telah mewujudkan satu Tamadun Islam yang agung. Banyak ahli-ahli sains, ahli-ahli falsafah dan sebagainya muncul dari negeri-negeri Islam terutamanya pada Zaman Keemasan Islam.
Pada kurun ke-18 dan ke-19 masihi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropah. Selepas Perang Dunia I, Empayar Turki Uthmaniyyah iaitu empayar Islam terakhir tumbang menyembah bumi.

Nabi Muhammad s.a.w.

Semenanjung Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang tidak maju. Kebanyakkan orang Arab merupakan penyembah berhala dan ada sesetengahnya merupakan pengikut agama Kristian dan Yahudi. Mekah ialah tempat suci bagi bangsa Arab ketika itu kerana di situ terdapatnya berhala-berhala agama mereka dan juga terdapat Telaga Zamzam dan yang paling penting sekali Kaabah.
Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan di Makkah dalam Tahun Gajah iaitu pada tanggal 12 Rabiulawal bersamaan 20 April (570 atau 571 Masihi). Baginda merupakan seorang anak yatim apabila ayahnya Abdullah bin Abdul Muttalib meninggal semasa beliau masih dalam kandungan dan emaknya Aminah binti Wahb meninggal dunia semasa beliau berusia 7 tahun. Kemudian beliau dijaga oleh datuknya Abdul Muthalib. Setelah datuknya meninggal baginda dijaga pula oleh pakciknya iaitu Abu Talib. Baginda kemudiannya berkahwin dengan Siti Khadijah semasa beliau berusia 25 tahun dan menjalani kehidupan yang selesa dan aman. Baginda pernah menjadi penggembala kambing. Selain itu baginda seorang yang sangat amanah semasa bekerja bersama Khadijah dalam menjalankan perniagaan wanita yang terhormat itu.
Baginda pernah diangkat menjadi hakim. Baginda tidak menggemari suasana Mekah yang penuhi dengan masyarakat yang mempunyai masalah sosial yang tinggi. Selain dari memperdagangkan berhala, masyarakat Jahilliah turut menanam bayi-bayi perempuan. Baginda banyak menghabiskan masa mencari ketenangan digua Hira'. Sehinggala ketika Nabi Muhammad s.a.w. berusia lebih kurang 40 tahun, baginda telah didatangi oleh Malaikat Jibril a.s. Selepas beberapa ketika baginda mengajar ajaran Islam secara tertutup kepada rakan-rakan terdekatnya dan seterusnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah.
Pada tahun 622 masihi, baginda dan pengikutnya berhijrah ke Madinah. Peristiwa ini dipanggil Hijrah. Semenjak daripada peristiwa itu bermulalah Kalendar Islam.
Mekah dan Madinah kemudiannya berperang. Nabi Muhammad s.a.w. memenangi banyak pertempuran walaupun ada di antaranya tentera Islam tewas. Lama kelamaan orang-orang Islam menjadi kuat dan berjaya membuka Kota Mekah. Selepas kewafatan Nabi Muhammad s.a.w., seluruh Semenanjung Arab di bawah penguasaan orang Islam.

Perkembangan Islam

Semenanjung Arab selepas kewafatan Nabi Muhammad s.a.w.
Secara umumnya Sejarah Islam selepas kewafatan Nabi Muhammad s.a.w. telah berkembang secara serius diseluruh dunia. Kerajaan Bani Ummaiyyah, Kerajaan Bani Abbasiyyah, dan Empayar Turki Uthmaniyyah boleh dikatakan penyambung kekuatan Islam selepas pemerintahan Khulafa al-Rasyidin.

Khulafa al-Rasyidin

Untuk rencana utama: sila lihat Khulafa al-Rasyidin
  • 632M- Kewafatan Nabi Muhammad s.a.w. Saidina Abu Bakar dilantik menjadi khalifah. Usamah ibn Zaid mengetuai ekspedisi ke Syria. Kempen menentang kumpulan Murtad iaitu Bani Tamim dan Musailamah al-Kazzab.
  • 633M- Pengumpulan Al Quran bermula.
  • 634M- Kewafatan Saidina Abu Bakar. Saidina Umar Al-Khatab dilantik menjadi khalifah. Penaklukan Damsyik dan seterusnya kempen meluaskan jajahan Islam di Tanah Parsi
  • 635M- Penawanan Madain, ibukota Empayar Parsi Sassanid.
  • 636M- Penaklukan Syria, Mesopotamia, dan Palestin.
  • 637M- Mesir ditawan.
  • 638M- Penawanan Baitulmuqaddis oleh tentera Islam.
  • 640M- Kerajaan Islam Madinah mula membuat duit syiling Islam.
  • 644M- Saidina Umar mati syahid akibat dibunuh. Saidina Uthman Affan menjadi khalifah.
  • 645M- Kempen di Afrika Utara. Cyprus ditakluk.
  • 646M- Kempen menentang Byzantine.
  • 647M- Angkatan Tentera Laut Islam ditubuhkan & diketuai oleh Muawiyah Abu Sufyan. Perang di laut menentang angkatan laut Byzantine. Empayar Parsi Sassanid ditumpaskan.
  • 648M- Pemberontakan menentang pemerintahan Saidina Uthman.
  • 656M- Saidina Uthman wafat akibat dibunuh. Saidina Ali Abi Talib dilantik menjadi khalifah. Terjadinya Perang Jamal.
  • 657M- Saidina Ali memindahkan pusat pemerintahan daripada Madinah ke Kufah. Perang Siffin meletus.
  • 659M- Saidina Ali menawan kembali Hijaz dan Yaman daripada Muawiyah. Muawiyah mengisytiharkan dirinya sebagai khalifah Damsyik.
  • 661M- Saidina Ali wafat dibunuh. Tamatnya pemerintahan Khulafa al-Rasyidin. Saidina Hasan (Cucu Rasulullah S.a.w) kemudian diangkat sebagai Khalifah ke-5 Umat Islam menggantikan Saidina Ali.
  • 661M- Setelah sekitar 6 bulan Khalifah Saidina Hasan memerintah, 2 kelompok besar pasukan Islam yaitu Pasukan Khalifah Saidina Hasan di Kufah dan pasukan Muawiyah di Damsyik telah siap untuk memulai suatu pertempuran besar. Ketika pertempuran hendak pecah, Muawiyah kemudian menawarkan rancangan perdamaian kepada Khalifah Hasan yang kemudian dengan pertimbangan persatuan Umat Islam, rancangan perdamaian Muawiyah ini diterima secara bersyarat oleh Khalifah Saidina Hasan dengan kekuasaan Kekhalifahan diserahkan oleh Khalifah Hasan kepada Muawiyah. Tahun itu kemudian dikenal dengan nama Tahun Perdamaian/Persatuan Umat (Am Jamaah) dalam sejarah Umat Islam. Sejak saat itu Muawiyah menjadi Khalifah Umat Islam yang kemudian dilanjutkannya dengan sistem Kerajaan Islam yang pertama yaitu pergantian pemimpin (Raja Islam) yang dilakukan secara turun temurun (Daulah Umayyah) dari Daulah Umayyah ini kemudian berlanjut kepada Kerajaan-Kerajaan Islam selanjutnya seperti Daulah Abbasiyah, Fatimiyyah, Usmaniyah dll.

Kerajaan Bani Ummaiyyah

Untuk rencana utama: sila lihat Kerajaan Bani Ummaiyyah

Kerajaan Bani Abbasiyyah

Untuk rencana utama: sila lihat Kerajaan Bani Abbasiyyah

Empayar Turki Uthmaniyyah

Untuk rencana utama: sila lihat Empayar Turki Uthmaniyyah